Mengenal Tips Pencegahan Stunting

Mungkin tidak banyak masyarakat tahu menganai Stunting, padahal stunting merupakan salah satu penyakit kronis yang merupakan ancaman utama terhadap kualitas manusia yang dapat mempengaruhi tingkat daya saing bangsa Indonesia di kancah internasional.

Stunting adalah masalah kurang gizi tahap kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga adanya gangguan terhadap tumbuh kembang anak yang menyebabkan anak memiliki ukuran tubuh pendek dari rata-rata anak lain yang sama usianya.

Stunting sering dikatakan sebagai kondisi keturunan (genetik), sehingga penyebab dan pencegahan sering diabaikan. Padahal genetik sebagai penyebab stunting merupakan faktor yang memiliki peran paling kecil. Pengaruh paling besar terletak pada perilaku, lingkungan dan pelayanan kesehatan.

Stunting dapat dicegah dengan menerapkan 3 Tips Pencegahan stunting, di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Pola makan
    Asupan gizi yang cukup dan seimbang, merupakan salah satu faktor penting untuk mencegah terjadinya stunting pada anak. Sehingga makanan yang mengandung gizi seimbang perlu diperkenalkan dan dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari sejak dini.
  2. Pola asuh
    Pola asuh terutama dalam mengetahui dan pemenuhan terhadap gizi bayi, merupakan hal yang penting untuk diketahui oleh orang tua. Bersiaplah untuk bisa memberikan ASI hingga usia 6 bulan, dan membawa bayi ke posyandu untuk melakukan pemantauan tumbuh kembangnya.
  3. Sanitasi dan akses air bersih
    Kurangnya akses sanitasi dan air bersih merupakan pemicu dari terpaparnya seorang anak dari penyakit infeksi. Untuk itu, biasakan anak untuk cuci tangan pakai sabun dan air mengalir, serta tidak buang air besar sembarangan sejak dini.

Diharapkan dengan menerapkan 3 tips pencegahan stunting di atas, para orang tua dan masyarakat mampu menurunkan angka stunting di Indonesia. Selain itu, diharapkan juga masyarakat lebih memahami dan menerapkan sikap preventif untuk membangun generasi penerus yang bebas dari ancaman stunting.

Sumber: Promkes Kemenkes RI
Penulis dan editor: Medya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *